SEJARAH PERKEMBANGAN MTs. AL-FALAH
1.
Pendakian
Awal dan Perintisan (1981–1982)
MTs. Al-Falah secara
resmi berdiri pada tahun 1981 sebagai bagian dari ikhtiar luhur untuk
menghadirkan lembaga pendidikan Islam yang mampu memberikan layanan pendidikan
berkualitas kepada masyarakat. Pendirian madrasah ini tidak terlepas dari
perjuangan panjang pengembangan pendidikan di lingkungan Pondok Pesantren
Sumber Baru Al-Falah. Berdirinya madrasah tersebut menjadi salah satu
tonggak sejarah penting Al-Falah dalam membangun generasi penerus yang memiliki
fondasi keislaman yang kuat, penguasaan ilmu pengetahuan, keluhuran akhlak,
serta kesiapan dalam menghadapi pesatnya perkembangan zaman.
Pada masa awal
berdirinya, KH. Qamaruddin Burhan selaku pengasuh Pondok Pesantren Sumber
Baru Al-Falah mengemban amanah sebagai Kepala MTs. Al-Falah yang pertama.
Beliau memimpin madrasah pada periode 1981–1982. Masa kepemimpinan beliau
merupakan fase perintisan yang sangat krusial, di mana fondasi awal
penyelenggaraan pendidikan mulai dibangun, budaya belajar-mengajar mulai
dibentuk, dan nilai-nilai keislaman ditanamkan secara kokoh sebagai karakter
utama lembaga.
2.
Pertumbuhan
dan Penguatan Kelembagaan (1982–2017)
Setelah melewati masa
perintisan, kepemimpinan MTs. Al-Falah dilanjutkan oleh beberapa figur pendidik
yang secara konsisten membawa perubahan dan kemajuan bertahap:
- Masa Kepemimpinan Bapak Marsuki, B.A. (1982–1999): Periode
kepemimpinan yang relatif panjang ini menjadi fase krusial dalam
pertumbuhan dan pemantapan keberadaan MTs. Al-Falah. Berbagai proses
penguatan tata kelola kelembagaan dan peningkatan mutu pendidikan
dijalankan secara sistematis dan berkelanjutan. Momen penting terjadi pada
tahun 1985, di mana MTs. Al-Falah secara resmi memperoleh Akte
Pendirian dari Departemen Agama Kabupaten Pamekasan. Pengakuan
legalitas ini memperkuat posisi dan kedudukan madrasah sebagai lembaga
formal yang dipercaya oleh masyarakat.
- Masa Kepemimpinan Drs. Musairi Miskun (1999–2000): Kepemimpinan
berlanjut sebagai bentuk kesinambungan dan dinamika pengelolaan madrasah.
Pada masa transisi ini, madrasah terus berupaya merawat nilai-nilai dasar
yang telah dibangun oleh para pendahulu sembari beradaptasi dengan
tuntutan kebutuhan pendidikan yang semakin berkembang.
- Masa Kepemimpinan Ustadz Tumla, S.Ag. (2000–2004): Dalam periode
kepemimpinan beliau, madrasah terus menjaga konsistensi penyelenggaraan
pendidikan dan memelihara nilai-nilai dasar berdirinya lembaga. Pembinaan
karakter peserta didik dan stabilitas internal madrasah terus diperkuat.
- Masa Kepemimpinan KH. Zubairi, S.Pd.I. (2004–2017): Periode
kepemimpinan ini menandai lompatan besar bagi perkembangan MTs. Al-Falah.
Di bawah kepemimpinan beliau, madrasah mengalami pembaruan aspek
kelembagaan dan penataan program akademik yang dinamis:
- Pada awalnya, MTs. Al-Falah menyelenggarakan program Kelas
Reguler dan Kelas Unggulan (yang diresmikan secara langsung
oleh Bupati Pamekasan).
- Seiring perkembangan dan penyesuaian kebutuhan
pembelajaran, program kelas mengalami transformasi menjadi Kelas PAI,
Kelas Bahasa (yang sebelumnya merupakan kelas Reguler), serta Kelas
MIPA (yang sebelumnya merupakan kelas Unggulan).
3.
Dinamika
Tata Kelola, Rotasi, dan Kebijakan Periodesasi Kepemimpinan dan Masa
Kepemimpinan Ustadz. Tumla, S.Ag.,
S.Pd., M.Pd.I. (2017–2025)
Perkembangan tata
kelola di lingkungan Pondok Pesantren Sumber Baru Al-Falah mengalami penataan
berjenjang melalui kebijakan-kebijakan strategis yayasan:
- Penerapan Sistem Rotasi Kepemimpinan & Pembaharuan
Program Kelas (2017): Pada tahun 2017, Yayasan mulai menerapkan sistem rotasi
(rolling) kepala sekolah/madrasah antar-Satuan Pendidikan (SP). Kebijakan
ini diterapkan sebagai penyegaran organisasi, pengayaan pengalaman manajerial
para pimpinan, serta peningkatan sinergi antar-lembaga di lingkungan
Al-Falah (PAUD/KB-TK, MD, SDF, MTs, MA, dan SMK). Sebagai implementasinya,
Ustadz Tumla, S.Ag., S.Pd., M.Pd.I. yang sebelumnya menjabat sebagai
Kepala SMK Al-Falah dipercaya menjadi Kepala MTs. Al-Falah sejak tahun
2017. Di bawah kepemimpinan beliau, program akademis madrasah kembali
disempurnakan dengan diterapkannya program Kelas Reguler dan Kelas
SAINS.
- Penerapan Sistem
Periode Kepemimpinan (2023): Selanjutnya pada tahun 2023, Yayasan
memperbarui regulasi dengan menetapkan sistem periode kepemimpinan, di
mana setiap periode kepemimpinan ditetapkan berlangsung selama 5 tahun.
Kebijakan ini dirancang untuk memberikan kepastian masa bakti sekaligus
ruang penataan program kerja yang lebih terukur bagi pimpinan satuan
pendidikan.
- Transisi ke
Perguruan Tinggi STAIQ Al-Falah (2025): Seiring perkembangan kelembagaan
dengan berdirinya Sekolah Tinggi Agama Islam Qamaruddin (STAIQ) Al-Falah
yang mulai beroperasi resmi pada tahun 2025, Ustadz Tumla dipercaya
mengemban amanah baru sebagai Ketua STAIQ Al-Falah. Dengan demikian, tugas
beliau sebagai Kepala MTs. Al-Falah berakhir pada tahun 2025 untuk
memimpin lembaga pendidikan tinggi baru tersebut.
4.
Era
Transisi dan Masa Kepemimpinan Ustadzz Moh. Sultan, S.Pd.I. (2025–2028)
Memasuki tahun 2025,
estafet kepemimpinan MTs. Al-Falah dilanjutkan oleh Ustadz Moh. Sultan,
S.Pd.I.. Pengangkatan beliau yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala MTs.
Al-Falah memastikan proses transisi kepemimpinan berjalan dengan harmonis dan
berkesinambungan. Pengalaman beliau sebagai wakil kepala memberikan pemahaman
mendalam terkait tata kelola internal, koordinasi program kependidikan, serta
pembinaan peserta didik.
Di bawah kepemimpinan Ustadz
Moh. Sultan, S.Pd.I., MTs. Al-Falah memasuki fase pembaruan yang berfokus pada
lima pilar utama:
- Penguatan Mutu Pembelajaran: Mengembangkan
kurikulum yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pencapaian
akademik maupun non-akademik.
- Kedisiplinan & Pembinaan Karakter: Memperkokoh
budaya pembentukan karakter santri/siswa yang beriman, bertakwqa, dan
berakhlakul karimah.
- Pengembangan Potensi & Prestasi: Mendorong bakat
serta minat siswa agar mampu bersaing dan meraih prestasi di berbagai
tingkatan.
- Transformasi Teknologi: Mengoptimalkan pemanfaatan teknologi
informasi dan komunikasi dalam sistem manajemen madrasah maupun proses
belajar-mengajar.
- Budaya Lingkungan & Kesehatan: Wujudkan
lingkungan madrasah yang bersih, sehat, asri, dan berbudaya lingkungan.
5.
Rekapitulasi
Estafet Kepemimpinan MTs. Al-Falah
|
No |
Nama Kepala Madrasah |
Masa Jabatan |
Keterangan / Capaian Utama |
|
1 |
KH. Qamaruddin
Burhan |
1981 – 1982 |
Pengasuh PP. Sumber
Baru Al-Falah & Perintis Fondasi Madrasah |
|
2 |
Bapak Marsuki, B.A. |
1982 – 1999 |
Pembangunan
Kelembagaan & Penerbitan Akte Pendirian Depag (1985) |
|
3 |
Drs. Musairi Miskun |
1999 – 2000 |
Penyesuaian Dinamika
Tata Kelola Pendidikan Transisi |
|
4 |
Ustadz Tumla, S.Ag. |
2000 – 2004 |
Pemantapan Program
dan Konsolidasi Nilai-Nilai Dasar Madrasah |
|
5 |
KH. Zubairi, S.Pd.I. |
2004 – 2017 |
Program Reguler
& Unggulan (Bupati Pamekasan) -> Transformasi ke Kelas PAI, Bahasa,
& MIPA |
|
6 |
Ustadz Tumla, S.Ag.,
S.Pd., M.Pd.I. |
2017 – 2025 |
Rotasi SP (2017),
Periodesasi 5 Thn (2023), Program Reguler & SAINS, Transisi Ketua STAIQ
Al-Falah (2025) |
|
7 |
Ustadz Moh. Sultan,
S.Pd.I. |
2025 – 2028 |
Pembenahan Tata
Kelola, Digitalisasi, & Pengembangan Budaya Lingkungan |
6.
Penutup
Perjalanan panjang
MTs. Al-Falah sejak tahun 1981 hingga saat ini menegaskan bahwa sejarah
madrasah bukan sekadar angka dan pergantian pimpinan. Lebih dari itu, sejarah
MTs. Al-Falah adalah rekam jejak perjuangan, keikhlasan, dan dedikasi kolektif
dari pengasuh pesantren, pengurus yayasan, kepala madrasah, dewan guru, tenaga
kependidikan, peserta didik, orang tua, komite, alumni, dan masyarakat luas.
Setiap kepemimpinan
merupakan estafet perjuangan yang saling melengkapi. Seluruh rekam jejak ini
menjadi modal sosial dan kultural yang sangat berharga bagi MTs. Al-Falah untuk
terus bergerak maju, membangun tata kelola yang profesional, meningkatkan mutu
pembelajaran, serta mencetak generasi Islam yang beriman, berakhlak mulia,
berprestasi, menguasai teknologi, dan peduli terhadap lingkungan.




0 Komentar